oleh

6 Tanda Kalau anda Lelah Secara Mental Bukan Pemalas dan Cara Mengatasi Burnout

ketiktek.com, Tips – Banyaknya waktu di tempat tidur berbaring tidak melakukan apa-apa dan tidak melakukan banyak hal, anda termasuk orang yang mudah lelah dan tidak ingin melakukan apa-apa.

Mungkin anda menganggap perilaku itu sebagai sebuah kemalasan. Apalagi saat ini kita dihadapkan dengan situasi pandemi yang mengharuskan kita berbulan-bulan tidak melakukan apa-apa.

Sudah berusaha tapi belum juga bisa mengatasinya sampai-sampai kita bertanya pada diri sendiri apakah kita ini malas atau ada apa dengan kita.

Ada istilah yang namanya Burnout atau kelelahan mental. Merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi stres berat yang dipicu oleh pekerjaan.

Hal ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut dan perlu diatasi dengan tepat karena dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental.

Sebenarnya ada banyak tumpang tindih istilah antara kemalasan dan atau kelelahan mental yang dapat membuat kita sulit membedakan antara keduanya.

Berikut adalah 6 tanda bahwa yang anda mengalami hal itu. Sebenarnya bukan pemalasan tapi kelelahan mental atau Burnout.

1. Terputus Dari Saegalanya

Apakah yang anda lakukan setiap hari seolah seperti auto pilot? Apakah ada perasaan pembiaran pada diri sendiri?

Jika anda mengalami kelelahan mental atau Burnout. Salah satu yang mungkin anda alami tetapi tidak begitu banyak orang sadari dan pahami.

Orang yang mengalami depersonalisasi paling banyak adalah mereka yang sedang berjuang dengan trauma mereka. Merasakan semacam mati rasa atau kekosongan emosional yang aneh seolah-olah mereka melihat kehidupan di luar diri mereka sendiri.

Mereka tidak merasa seperti diri mereka lagi, tidak merasa terikat oleh apapun dan terus menerus berjuang dengan rasa ketidak berdayaan dan ketidak mampuan yang luar biasa untuk mengambil kembali kendali atas hidup mereka.

2. Dulunya Termotivasi

Malas adalah kata sifat dan bila jadi sifat maka cenderung tetap stabil dari waktu ke waktu.

Orang yang malas tidak pernah merasa ingin mengerahkan upaya atau menerapkan diri pada berbagai hal.

Tetapi jika anda dulunya memiliki motivasi dan prestasi yang tinggi, sering unggul di bidang-bidang tertentu dan akhirnya sekarang menjadi lelah, apatis, tidak termotivasi, maka kemungkinan besar anda lagi menderita kelelahan mental atau Burnout.

3 Dulunya Bersemangat

Perbedaan yang jelas antara seseorang yang kelelahan secara mental atau Burnout dan seseorang yang malas, adalah orang yang mengalami Burnout itu memiliki hal yang mereka sukai tetapi sekarang mereka tidak menyukainya.

Sedangkan orang-orang pemalas tidak memiliki hal-hal yang mereka sukai baik itu bakat olahraga kegiatan akademis atau hal-hal profesional secara umum.

Kelelahan secara mental itu dapat membuat anda sulit melakukan hal-hal yang pernah anda sukai, bahkan mungkin membenci atau sudah membenci karena anda merasa sudah bekerja terlalu keras dan merasa malah mendorong diri anda ke tepi jurang, atas apa yang anda lakukan.

Baca Juga:  Cara Melihat Nomor Telepon Telah Terdaftar di WhatsApp, Cek Segera!

Dulunya anda begitu semangat tapi sekarang sudah tidak.

4. Menjadi Murung dan Mudah Tersinggung

Apakah anda tiba-tiba merasa diri akhir-akhir ini mudah tersinggung? Apakah anda sering merasa emosi anda di luar kendali dan anda tidak tahu itu kenapa yang naik turun.

Gampang tersinggung adalah hal yang umum tetapi bisa jadi itu merupakan tanda-tanda yang sering diabaikan.

Jadi jika anda mulai kesulitan mengendalikan emosi, terutama ketika hal ini dulunya tidak pernah jadi masalah bagi anda, mungkin anda lagi mengalami Burnout.

Karena kalau orang malas di sisi lain sangat kontras dengan ini, mereka tidak pernah tersinggung, santai rileks tenang dan tidak terpengaruh oleh berbagai hal.

5 Tidak Merawat Diri

Salah satu tanda yang paling menyedihkan ketika seseorang mulai merasakan kelelahan mental atau Burnout adalah ketika orang itu mulai mengabaikan untuk merawat diri dan menarik diri secara sosial dari orang lain.

Ada perubahan dalam pola makan atau pola tidur, berhenti berusaha untuk merawat diri.

Anda cenderung menghabiskan sebagian besar waktu anda sendiri tanpa melakukan apa-apa. Karena anda merasa mudah lelah bahkan dengan tugas yang besar waktu anda sendiri.

Tanpa melakukan apa-apa karena anda merasa mudah lelah bahkan dengan tugas yang paling sederhana sekalipun.

Perbedaan antara Burnout atau kelelahan mental dan kemalasan sangat mencolok dalam kenyataan. Bahwa sebenarnya tidak selalu seperti ini.

6 Perubahan

Hal ini terjadi secara bertahap pada akhirnya mungkin yang paling penting. Sesuatu yang harus kita ketahui tentang Burnout atau kelelahan mental.

Kelelahan mental itu berkembang secara bertahap jadi semua poin yang disebutkan di atas yaitu kehilangan minat dan motivasi.

Terutama dalam hal yang dulunya anda sukai, merasa terlepas dari diri sendiri dan terputus dari segala sesuatu yang ada di luar.

Menarik diri secara sosial dan mengabaikan perawatan diri tidak akan terjadi begitu saja dalam waktu semalam.

Itu menunjukkan bahwa sebenarnya ada lima tahapan utama kelelahan dan makin lama makin parah mulai dari fase yang biasa.

Yang kedua timbul stres-stres itu menjadi kronis kelelahan. Kelelahan itu menjadi sebuah kebiasaan.

Banyak orang yang mengalami gejala pada tahap kedua ketika stres masih dalam jumlah yang sedang, tapi optimisme minat motivasi dan kinerja mungkin sudah mulai menurun.

Pada saat mencapai tahap yang terakhir kelelahan telah menjadi begitu tertanam dalam hidup, sehingga mental yang gigih dan kelelahan secara fisik menjadi begitu intens, dan susah diobati.

Anda akan sangat rentan depresi dan selalu cemas ketika anda sadar dan menemukan tanda-tanda kelelahan mental atau Burnout dari awal.

Dapat membuat anda lebih mudah untuk mencari bantuan dan secepatnya bagaimana cara mengatasi atau kelelahan mental.

Baca Juga:  Cara Download Font Terbaru

Jika tidak diatasi dengan baik dapat berdampak buruk terhadap kesehatan fisik dan mental.

Oleh karena itu jika gejala atau ciri-ciri muncul disarankan untuk mengatasinya dengan langkah-langkah berikut.

1. Buat Prioritas

Buatlah prioritas pekerjaan yang penting ke yang kurang penting. Dengan begitu anda tahu mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu.

Sehingga energi yang terkuras tidak terlalu banyak.

2. Bicarakan Dengan Atasan

Komunikasikan dengan atasan mengenai kerisauan yang anda rasakan.

Saat diberikan pekerjaan yang terlalu banyak katakan bahwa pekerjaan tersebut membuat anda terbebani dan membutuhkan bantuan orang lain untuk menyelesaikannya.

Tetapi ketika justru atasan yang memicu anda menjadi benalu di tempat kerja coba ajak bagian departemen sumber daya manusia atau HRD.

Diskusikan mengenai hal ini, mereka mungkin akan mencarikan solusi yang tepat. Misalnya memindahkan ke tim yang lain atau ke tempat kerja yang lain.

3. Kurangi Ekspektasi dan Berikan Apresiasi pada Diri Sendiri

Atur pola pikir dan bersikaplah realistis sehingga anda dapat menurunkan ekspektasi terhadap pekerjaan yang pernah anda kerjakan.

Dengan begitu kecemasan dan stres di tempat kerja dapat berkurang. Selain itu jangan lupa untuk memberikan apresiasi terhadap diri sendiri terhadap prestasi yang sudah anda capai.

4. Ceritakan Kepada Orang yang Dipercaya

Coba ceritakan apa yang kita rasakan kepada orang-orang terdekat. Meski tidak selalu mendapatkan solusi, cara ini dapat membantu melepaskan emosi negatif dan mengurangi stres di tempat kerja.

5 Jaga Keseimbangan Hidup

Anda bisa menjaga keseimbangan hidup yang baik. Anda juga perlu bersantai dan melupakan pekerjaan sejenak, dengan pergi bersama teman-teman atau melakukan hal-hal yang anda sukai seusai jam kerja berakhir.

Hal itu akan dapat membuat pikiran menjadi jernih dan siap bekerja kembali esokan harinya.

Jika memungkinkan ambilan cuti dan pergilah berlibur karena ini juga dapat membuat pikiran anda kembali jernih semangat dan bisa termotivasi kembali.

6. Ubah Gaya Hidup

Gaya hidup yang sehat dengan cara mengkonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga dan tidur yang cukup.

Hal ini dapat mendukung tubuh anda menjadi sehat dan pikiran anda lebih mudah fokus. Sehingga menurunkan risiko terjadinya atau kelelahan mental.

Kelelahan mental dalam pekerjaan tidak hanya berpengaruh pada hasil kerja tapi juga dapat merenggangkan hubungan dengan orang-orang sekitar.

Oleh karena itu apabila ciri-ciri atau kelelahan mental muncul segera atasi dengan cara-cara di atas.

Jika cara tersebut telah diterapkan tapi tetap mengalami atau kelelahan mental coba konsultasikan kepada orang yang ahli atau psikolog. Anda akan mendapatkan penanganan yang tepat dari mereka.

Itulah 6 ciri-ciri mengalami Burnout atau kelelahan mental dan bagaimana caranya mengatasi kelelahan mental atau Burnout. (TikTek)

addgoogle

Komentar